Suku Anak Dalam, Penghuni Paling Awal Hutan Jambi yang Terus Terdesak

Suku Anak Dalam, Penghuni Paling Awal Hutan Jambi yang Terus Terdesak

SAROLANGUN, LELEMUKU.COM – Di pedalaman hutan Provinsi Jambi, hidup sebuah komunitas adat yang telah mendiami wilayah tersebut sejak ribuan tahun lalu. Mereka dikenal dengan nama Suku Anak Dalam.

Suku Anak Dalam merupakan salah satu suku asli Provinsi Jambi. Mereka diyakini sebagai penghuni paling awal yang datang ke Jambi. Kehidupan mereka sangat bergantung pada hutan. Mereka berburu, meramu, dan berpindah-pindah mengikuti ketersediaan sumber daya alam.

Selain Suku Anak Dalam, penduduk asli Provinsi Jambi juga termasuk Suku Melayu Jambi, Batin, Penghulu, Pindah, dan Kerinci. Suku Batin dan Penghulu kebudayaannya berunsur Melayu dan beberapa mengalami perpaduan dengan budaya Minangkabau. Mereka banyak bermukim di Kabupaten Bungo, Merangin, Tebo, dan Sarolangun.

Masyarakat Jambi merupakan masyarakat heterogen. Berdasarkan data Sensus Penduduk Indonesia 2010, penduduk dengan suku asli Provinsi Jambi merupakan etnis terbanyak, yaitu sebanyak 1.337.521 jiwa atau 43,57 persen.

Etnis pendatang terbanyak berasal dari etnis Jawa, yaitu sebanyak 893.156 jiwa atau 29,10 persen. Suku Melayu di luar orang Jambi sebanyak 164.979 jiwa atau 5,37 persen. Minangkabau sebanyak 163.760 jiwa atau 5,33 persen.

Batak sebanyak 106.249 jiwa atau 3,46 persen. Banjar sebanyak 102.237 jiwa atau 3,33 persen. Bugis sebanyak 96.145 jiwa atau 3,13 persen. Sunda sebanyak 79.203 jiwa atau 2,58 persen. Asal Sumatera Selatan sebanyak 57.663 jiwa atau 1,88 persen. Tionghoa sebanyak 37.246 jiwa atau 1,21 persen.

Sebagian besar masyarakat Jambi memeluk agama Islam, yaitu sebesar 94,96 persen. Sedangkan selebihnya merupakan pemeluk agama Kristen 4,07 persen, di mana Protestan sebesar 3,48 persen dan Katolik sebesar 0,59 persen. Sebagian lagi memeluk agama Buddha, yakni 0,86 persen. Penganut kepercayaan sebanyak 0,07 persen, Konghucu sebanyak 0,02 persen, dan sebagian kecil pemeluk agama Hindu sebanyak 0,02 persen yang umumnya berada di Kota Jambi.

Keberadaan Suku Anak Dalam kini semakin terdesak akibat pembukaan lahan dan alih fungsi hutan. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah daerah untuk melindungi hak-hak mereka. Namun, tantangan tetap besar karena perubahan zaman dan kebutuhan pembangunan.

Di Provinsi Jambi, terdapat berbagai macam bahasa yang digunakan oleh penduduknya. Yaitu bahasa Indonesia, Bahasa Melayu dialek Jambi, Bajau Tungkal Satu, Banjar, Bugis, Jawa, Kerinci, dan Minangkabau. Bahasa-bahasa ini sejalan dengan penyebaran penduduknya sehingga ditemukan pada daerah tertentu dan memiliki ciri khas dialeknya masing-masing. (Evu)

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.


Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Artikel Terkini Lainnya